Oleh :
Zuwarman Ramadhani
Mahasiswa
merupakan sebuah komunitas yang berada dalam masyarakat, dengan kemampuan dan
kesempatan yang ia miliki mahasiswa mampu berada sedikit lebih tinggi diatas
masyarakat. Mahasiswa juga belum “disetubuhi” oleh kepentingan-kepentingan
suatu golongan. Seperti ormas, parpol, dan lain sebagainya.
Selain
memiliki kemampuan, mahasiswa juga memiliki “idealisme” dimana mahasiswa
memiliki suatu kebenaran yang diyakini “murni” dari pribadinya dan tidak
dipengaruhi oleh factor-faktor ekternal yang dapat menggeser makna kebenaran
tersebut.
Karena
kemampuan dan idelisme inilah yang menjadikan mahasiswa sebagai “generasi
perubahan” (agent of change) dimana mahasiswa harus mampu mewujudkan suatu
perubahan yang mengantarkan ke arah yang lebih baik. Artinya mahasiswa Tidak
saja dituntut hebat dibidang akademik namun harus memiliki kepekaan terhadap lingkungan masyarakat.
Sebagai Insan akademis mahasiswa harus selalu
mengembangkan dirinya sehingga mereka bisa menjadi generasi yang tanggap dan
mampu menghadapi tantangan masa depan
bangsa nya sendiri.
Selanjut
nya mahasiswa diharapkan mampu menjadi penerus dan tulang punggung bangsa
dimasa depan, menjadi generasi yang tangguh, memiliki kemampuan serta dapat
menggantikan generasi-gerasi bangsa sebelumnya.
Namun
ironisnya, hari ini pada umumnya mahasiswa tidak lagi mampu menjadi sosok yang
“garang” dan memiliki “kepekaan” terhadap lingkungan masyarakat, mahasiswa yang
kini disibukkan dengan “gaged” dan stagnasi terhadap kesibukan akan tugas
kuliah nya, menjadikan ia lupa akan peran dan tanggung jawab nya sebagai agen
perubahan (agen of change). Harapan mahasiswa hadir sebagai penyambung lidah
masayarakat kini sudah mulai pudar bak
pelangi ditelan awan.
Tak
usah memperjuangkan kepentingan masyarakat dan mengkritisi pemerintahan, kini
mahasiswa tidak lagi mampu memiliki kepekaan terhadap tugas dan tanggung jawab
nya sebagai agen perubahan (agent of change)
Ayoo
bangun dari tidurmu !!
Ditengah
carut marut dan tunggang langgang nya republik ini mahasiswa tidak lagi mampu
menyumbangkan gagasan cerdas ataupun gerakan sebagai wujud perubahan. Jika kita
berkaca pada masa transisi demokrasi yang kekuasaan dipegang oleh bapak otoriter Suharto. Tentu hal ini akan
menitik kan air mata haru atas perjuangan mahasiswa kala itu, dimana Mahasiswa mampu perperan andil berdiri tegap
dibarisan depan sebagai panglima perang dan melindungi para rakyat dari keras
nya tekanan perekonomian serta hegemoni pemerintahan.
Hari
ini republik kita mengalami hal yang sama dan komplek atas segala permasalahan
yang harus segera diselasaikan. Seperti masalah ekonomi yang semakin mendesak,
masalah pendidikan harus diperhatikan, masalah supremasi hukum yang harus
segera ditegakkan dan masalah lainya yang melilit leher republik kita.
Baru-baru
ini negri kita dikejutkan dengan permasalah baru nya, yaitu kaum nabi luth yang
menghantam tatanan nilai norma dan agama. Mereka menuntut atas persamaan hak
dan perlindungan hukum sebagai warga Negara. Tentu ini menjadi cambuk bagi
mahasiswa serta menjadi tugas besar dalam mempertahan kan nilai dan norma yang
telah ada sejak dahulu nya.
Sebagai
tonggak perubahan bangsa dan Negara mahasiswa jangan hanya menjadi penonton
ditengah hiruk pikuk nya negri ini, mahasiswa harus mampu menjadi penerus
generasi yang dahulu yang pernah berjuang membela bangsa nya.
Namun
ironisnya hari ini mahasiswa tidak tampak lagi hadir dan membela Negara sebagai
kaum inteketual yang cerdas dan menerobos gemerlap nya malam demi terwujud nya
Negara yang mampu mengahadapi perkembangan zaman atas segala tantangan dan
permasalahan yang ada.
Lecutan
dan letupan semangat mahasiswa dengan menyuarakan hidup mahasiswa kini sudah
mulai hening dan asing ditelanga, kobaran api semangat itu seperti sudah hilang
dimakan usia dan perkembangan zaman.
Oleh
sebab, itu mari kita dongkrak kembali semangat perjuangan menyelesaikan
problematika bangsa dan umat sebagai kaum intelektual, generasi kritis dan
mememiliki profesionalisme sebagai pembaharu ditengah-tengah kehidupan
masyarakat dan bangsa.
Hanya
mahasiswa yang memiliki kekuatan yang luar biasa dalam tatanan kehidupan bangsa
dan Negara, dimana seluruh gerak perubahan yang terjadi dinegara ini dimotori
oleh mahasiswa dan pemuda bangsa, mulai dari proklamasi, revolusi, hingga
reformasi selalu ada andil mahasiswa.
Namun
arah perjuangan atau perubahan harus sesuai dengan usaha untuk mewujudkan
masyarakat yang adil makmur yang diridhoi allah SWT.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar